Senin, 13 Desember 2010

Benedictus Paskarunia / 090903832

Ujian Komunikasi Interpersonal

1. Analisa perilaku Non verbal mahasiswa Universitas AtmaJaya

Mahasiswa mahasiswa AtmaJaya, khususnya memiliki perilaku non-verbal yang tidak jauh berbeda dengan orang pada umumnya. Tetapi beberapa ada yang memiliki bahasa non verbal sendiri untuk kelompok atau kalangannya masing-masing, dengan bahasa isyarat maupun body language atau bahasa tubuh. Yang tampak pada umumnya, yaitu mulai dari cara memparkirkan kendaraan, contohnya sepeda motor, mahasiswa yang meletakkan sepeda motornya lebih dekat dengan kampus, menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang lebih suka praktis dan tidak suka berjalan jauh untuk menuju kampusnya, sedangkan yang meletakkan motor jauh dari arah kampus, atau di dekat pintu keluar, merupakan mahasiswa yang cuek dan lebih enjoy. Kemudian tampak pula saat bertemu dengan Dosen maupun karyawan yang berada di Universitas AtmaJaya Yogyakarta, mahasiswa yang baik atau ramah, saat bertemu dengan dosen, biasanya menganggukkan kepalanya dan sering member sedikit senyuman kepada dosen atau karyawan dari Universitas AtmaJaya Yogyakarta, sedangkan mahasiswa yang acuh tak acuh, biasanya hanya diam saja, atau mungkin memalingkan wajahnya (pura-pura tidak melihat) dosen atau karyawan yang bertemu dengannya, bahkan ada pula yang menghindar saat ketemu dengan dosen yang dibencinya. Kadang ada factor-faktor yang menyebabkan seorang mahasiswa berubah perilakunya, dari yang awalnya positif menjadi negative, atau bahkan sebaliknya, dari yang negative menjadi posirif. Contohnya seorang mahasiswa yang memiliki penilaian positif terhadap seorang dosen, kemudian berubah menjadi negative ketika mahasiswa tersebut mendapat mata kuliah yang diberikan oleh dosen tersebut, tetapi mahasiswa tersebut mendapatkan nilai yang tidak sesuai yang diinginkan, maka akan merasa sebal dan kemudian acuh tak acuh lagi dengan dosen yang awal mulanya positif di matanya, sekarang menjadi negattif. Jadi yang awalnya sering memberikan sapaan kepada dosen tersebut saat bertemu, sekarang saat bertemu hanya diam saja, atau pura-pura tidak melihat dosen tersebut. Sedangkan seorang mahasiswa yang memiliki pandangan negative terhadap seorang dosen karena mendengar dari cerita teman-temannya, tetapi ternyata ketika mendapat mata kuliah yang diajarkan oleh dosen tersebut, dan mahasiswa tersebut kemudian mendapatkan sesuatu yang berguna dan selalu mendapatkan nilai yang baik, maka perilaku mahasiswa yang awalnya negative, menjadi perilaku positif, jadi yang awalnya saat bertemu acuh tak acuh bahkan memalingkan muka saat bertemu, sekarang memberi sapaan saat bertemu dengan menganggukkan kepala atau bahkan mengulurkan tangannya untuk member salam selamat pagi, atau selamat siang.

Perilaku non verbal seorang mahasiswa pun dapat terlihat saat dia berada di dalam kelas atau sedang mengikuti sebuah mata kuliah. Ketika seorang mahasiswa senang dengan dosen atau mata kuliah yang diambilnya, maka mahasiswa tersebut akan focus dengan mata kuliah tersebut, perilaku yang dapat menunjukkan bahwa seorang mahasiswa focus atau tidak adalah dengan cara melihat dari gerakan matanya, gerakan tubuhnya, gerakan tangannya, atau bahkan gerakan kakinya. Seorang mahasiswa yang focus atau senang dengan mata kuliah tersebut, maka gerakan matanya tidak akan berpindah atau menatap ke depan kepada dosen yang mengajarnya atau menatap pada slide yang ditunjukkan, jika dalam bentuk presentasi mata kuliah yang sedang diajarkan. Kemudian dari postur tubuh dapat dilihat bahwa seorang mahasiswa yang focus atau memperhatikan memiliki postur tubuh yang tegak atau badannya tidak membungkuk atau menyandarkan kepalanya di atas kursinya. Kemudian dari gerakan tangan, seorang mahasiswa yang focus memperhatikan akan dapat terlihat bahwa tangannya berada pada meja atau mungkin singkap di depan badannya. Dari gerakan kaki pun dapat terlihat, seorang mahasiswa yang focus dapat terlihat bahwa kakinya ditutup rapat atau menyilangkan kakinya. Sedangkan seorang mahasiswa yang sudah bosan atau tidak menyukai mata kuliah bahkan dosennya, akan memiliki perilaku yang berbeda pula. Terlihat mulai dari gerakan bola matanya, seorang mahasiswa yang bosan atau sudah cuek dengan mata kuliah tersebut, maka akan mengalihkan pandangannya, mulai dari melihat atap, melihat bawah atau bahkan melihat mahasiswa-mahasiswa lainnya. Dari postur tubuh pun akan kelihatan bahwa seorang mahasiswa yang sudah malas akan membungkuk ke depan badannya atau mulai menyenderkan kepalanya di atas kursi, atau meletakkan kepala di mejanya, kemudian dari gerakan tangan akan terlihat mahasiwa yang sudah cuek akan memainkan pena nya, atau bahkan bermain handphone saat di dalam kelas, dan kadang juga menggaruk-garuk kepalanya atau usil mengganggu mahasiswa lainnya. Dari gerakan kakinya pun terlihat seorang mahasiswa yang sudah malas, maka akan menggerakkan kakinya, tidak bisa tenang saat di dalam kelas.

Kemudian ada pula hal-hal yang membagi perilaku-perilaku no verbal tesebut, yaitu:

Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.

1. Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.

2. Pesan paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) disebutnya sebagai parabahasa.

Sumber:

Mulyana, Deddy . 2008. Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

http://www.skylandhacker.co.cc/2009/11/jenis-jenis-komunikasi-non-verbal_17.html

Tidak ada komentar: